← Buka Backtest · Pusat belajar · Metodologi Markdown

Metodologi

Cara Backtest menghitung uji strategi

Cara Backtest menghitung uji strategi. Backtest adalah alat riset, bukan broker atau penasihat keuangan.

1. Input

Tes memakai symbol, timeframe, date range, rules, direction, position size, commission, slippage, stop loss, take profit, dan exit mode.

2. Data pasar

Backtest memuat historical candles dari provider yang didukung. Ketersediaan bergantung pada symbol, provider, timeframe, dan plan limits.

3. Simulasi trade

Engine berjalan maju candle demi candle. Position dibuka saat entry rules trigger dan ditutup oleh stop loss, take profit, signal exit, atau akhir data.

4. Biaya dan risiko

Commission dan slippage ikut dihitung. Hasil menampilkan net profit, win rate, max drawdown, profit factor, dan detail trade.

5. Confidence score

Score memeriksa sample quality, trade count, candle count, profit factor, net profit, win rate, drawdown, dan concentration risk.

6. Analisis AI

AI analysis bisa memberi ide riset untuk improvement, tetapi bisa salah dan bukan nasihat finansial.

7. Disiplin eksekusi aturan

Strategi preset dan strategi manual yang telah diurai dijalankan sebagai kondisi masuk dan keluar yang tegas. Simulator tidak menciptakan entri tambahan setelah pengujian dimulai. Filter arah diterapkan sebelum posisi dibuka.

8. Batasan bot simulasi

Bot simulasi memakai ulang setup tersimpan untuk memeriksa candle baru dan mengirim notifikasi sinyal simulasi. Bot tidak memasang order. Setiap keputusan trading nyata tetap menjadi tanggung jawab pengguna.

Batas penting

Backtests adalah simulasi historis dan tidak menjamin performa masa depan. Backtest tidak menempatkan real trades.